Home / Uncategorized / Akibat Cabuli 4 Bocah Seorang Marbot Ditangkap Polisi Di Bogor

Akibat Cabuli 4 Bocah Seorang Marbot Ditangkap Polisi Di Bogor

Akibat Cabuli 4 Bocah Seorang Marbot Ditangkap Polisi Di Bogor – RI (52) , pengurus satu diantara masjid di Kampung Gedong Astana, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, diringkus petugas Unit Perlindungan Wanita serta Anak (PPA) Unit Reserse serta Kriminil Polres Bogor, tempo hari.

Pemeran di tangkap serta segera diputuskan jadi tersangka, sesudah petugas beroleh laporan dari salah seseorang warga yang mengakui anaknya sudah jadi korban sangkaan pencabulan.

” Nyatanya sesudah dikerjakan penyelidikan korbannya melebih dari satu orang, ” kata Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika dalam info persnya, Rabu (1/11/2017) .

Dia sebutkan, dari hasil penyidikan sesaat serta laporan warga dikira korban sudah mencabuli empat bocah semasing yaitu DB (14) , IN (15) , KA (8) , serta R (15) , semua yaitu warga setempat.

” Sekarang ini pemeran telah ditahan serta diputuskan jadi tersangka. Dia bukanlah guru ngaji hanya pelihara masjid serta kadang-kadang ngajar ngaji, ” tuturnya.

Disamping itu, Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Bimantoro menuturkan, sampai Minggu 29 Oktober 2017 malam, pihaknya selalu beroleh laporan, beberapa orangtua korban yang mengakui anaknya sudah dicabuli.

” Modus tersangka RI ini mengiming-imingi korbannya dengan membelikan pulsa ataupun kuota internet. Lalu beberapa korbannya melihat tv dirumah pemeran atau melihat sepak bola. Ditempat itu lah pemeran menggerakkan aksinya lewat cara menggerayangi badan serta kemaluan korban, ” tuturnya.

Jadi dari penyelidikan serta penyidikan beberapa tanda bukti berbentuk hasil visum sesaat, polisi beroleh ke-4 anak itu dikira sudah jadi korban pencabulan lewat cara mengeksplorasi kemaluan.

Bahkan juga, satu korban salah satunya saat ini alami trauma berat hingga mesti memperoleh perawatan psikologi. ” Kami akan mengecek kejiwaan pemeran, ” tuturnya.

Sampai sekarang ini, pihaknya masih tetap mengecek intensif pemeran. Tidak tutup peluang, masih tetap ada korban beda. ” Masih kami susuri apakah masih tetap ada korban yang lain, ” tuturnya.

Karena tindakannya, pemeran dijerat Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Th. 2014 berkenaan Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman diatas 10 th. penjara.

About editor