Home / Berita Umum / Buang Bayi ke Tempat Sampah, Ibu Asal NTT Diamankan Polisi

Buang Bayi ke Tempat Sampah, Ibu Asal NTT Diamankan Polisi

Buang Bayi ke Tempat Sampah, Ibu Asal NTT Diamankan Polisi – Polisi mengamankan seseorang ibu yg sudah tega membuan bayinya sendiri. Bayi itu dibuang pada tempat sampah sampai meninggal dunia.

Ibu itu yaitu Maria Ledatondu (24) masyarakat asal Sumba Barat, NTT. Di Surabaya, Maria kerja menjadi asisten rumah tangga dalam sebuah rumah di Pakuwon City.

Maria buang bayinya dengan argumen tidak sanggup memikul malu gara-gara melahirkan bayi hasil dari interaksi gelap dengan pacarnya.

Maria melahirkan bayinya pada Rabu (17/10) jam 03.00 WIB. Bayi itu lahir pada kala Maria ada di kamar mandi. Selanjutnya bayi yg dilahirkannya dia membersihkan serta dililit dengan kaos berwarna hitam lantas dimasukkan ke tas plastik serta baru dibuang ke tempat sampah mendekati pagi hari.

Kapelrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan menyampaikan Maria kerjakan persalinannya tiada dibantu orang-orang.

“Terduga kerjakan persalinan sendiri tiada dibantu orang-orang. Terbongkarnya ada saksi atau pihak RT yg memberikan laporan peristiwa itu. Lantaran lihat pergantian dari terduga,” kata Rudi Setiawan pada wartawan di Polrestabes Surabaya, Sabtu (20/10/2018).

Hasil dari pelacakan, polisimenemukan bayi itu udah ada pada tempat pembuangan pembuang akhir di Keputih.

“Hasil dari pemeriksaan di area kurang lebih perihal siapa yg sempat hamil, selanjutnya anggota temukan pelakunya. Aktor yaitu seseorang pembantu rumah tangga di daerah Jalan Kejawen Putih Mutiara. Aktor selanjutnya kami amankan,” papar Rudi.

Hasil dari visum dalam rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa timur, didapati bila Maria punyai tanda tanda selesai nifas atau melahirkan. Pada wartawan, Maria mengaku perbuatannyua. Bayi yg dia lahirkan sebelum wafat sudah sempat dibungkus tas plastik pada jam 03.00 WIB.

Maria yg baru kerja saat 3 bulan menjadi pembantu rumah tangga itu mengakui buang bayi itu sekaligus dengan tali pusarnya.

“Sesudah lahir di kamar mandi, saya membersihkan dahulu, selanjutnya saya bungkus kain. Masa itu masihlah hidup. Sesudah itu saya ikat dalam tas plastik. Pagi harinya baru saya buang,” papar Maria.

Atas kelakuannya, Maria teracam kasus 342, 341 KUHP perihal pembunuhan anak yg direncanakan atau bisa saja dengan berniat menghilangkan nyawa seorang.

About admin