Home / Berita Umum / Kejahatan Narkoba Sudah Masuk Skala Transnasional Organized Crime

Kejahatan Narkoba Sudah Masuk Skala Transnasional Organized Crime

Kejahatan Narkoba Sudah Masuk Skala Transnasional Organized Crime – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) amat prihatin dengan masih tetap meriahnya peredaran narkoba di Indonesia. Survey Tubuh Narkotika Nasional (BNN) dengan Kampus Indonesia pada 2017 menyebutkan kurang lebih 3, 376 juta atau 1, 71 % masyarakat Indonesia memanfaatkan narkoba.

Dari survey itu dijelaskan kerugian ekonomi gara-gara narkoba capai Rp 84, 7 triliun. Kurang lebih Rp 77, 42 triliun terbuang buat mengkonsumsi narkoba, penyembuhan, serta cost proses hukum. Sesaat, Rp 7, 27 triliun angka kerugian cost sosial, seperti anjloknya produktivitas, sakit, kematian awal, serta yang lain.

” Negara lewat sekumpulan peraturannya selalu memberantas peredaran narkoba. Gembong narkoba yg dijatuhi hukuman juga gak terhitung banyak, ditambah lagi yg masuk penjara. Tapi, resiko kapok begitu tdk berikan reaksi apa-apa. Karena itu, butuh didorong penyadaran yg dilaksanakan organisasi orang ke semua susunan penduduk, ” papar Bamsoet dalam info terdaftar, Senin (29/10/2018) .

Hal semacam itu dikatakannya waktu berikan sambutan dalam acara hari lahir juga sekaligus pelantikan Pengurus Pusat Pergerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) , di Jakarta, Minggu (28/10/18) .

Dianya meyakini seluruh pengurus DPP serta DPD GRANAT dapat terus menerus bertarung bersama-sama orang dalam memerangi narkoba, jadi bentuk bakti pada Ibu Pertiwi dalam mengawasi serta selamatkan anak-anak bangsa.

” Tak kan ada kesuksesan tiada perjuangan yg gak kenal penat. Gak akan ada perjuangan tiada kebersamaan. Organisasi orang seperti GRANAT yg sampai kini telah dapat dibuktikan konsistensinya, gak bisa kendur dalam berjihad menantang narkoba, ” tuturnya.

Bamsoet ikut memperingatkan besarnya lokasi serta populasi Indonesia sebagai ‘pasar gemuk’ untuk beberapa sindikat narkoba internasional. Dimulai dari Amerika, Nigeria, serta bahkan juga dari negara tetangga seperti Malaysia.

Dianya menyebuut DPR RI telah mengharap TNI serta Polri dan seluruh kementerian instansi sehubungan, seperti Ditjen Imigrasi serta Bea Cukai buat waspada beragam pintu masuk Indonesia. Terutama, pada pelabuhan-pelabuhan kecil di pulau paling depan Indonesia.

” Kejahatan narkoba telah masuk taraf transnasional organized crime. Gak dapat kembali kita pandang remeh serta pandang mata sebelah. Saat Agustus-Oktober 2018 saja, otoritas Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta sukses tangkap delapan orang yg ditenggarai sisi dari sindikat internasional. Berton-ton penyelundupan narkoba ikut sukses kita gagalkan. Tapi perang pada narkoba belumlah cukuplah selesai sampai di sini, ” tukasnya.

Bamsoet lantas mengharap semua pihak siaga. Sindikat narkoba saat ini bukan cuma menginginkan komune pemadat, akan tetapi ikut menguatkan cengkeramannya dengan menyelisip ke badan birokrasi negara.

Dengan demikian menurut dia urgensi dari aksi tegas pemerintah bukan semata-mata membuat perlindungan generasi muda dari bahaya narkoba. Akan tetapi, sebagai serangan balik pada sindikat narkoba yg coba membuat kebolehan serta menancapkan pengaruhnya di badan birokrasi negara.

” Kesuksesan sindikat narkoba menyelisip ke badan birokrasi negara sudah tidak rahasia kembali. Dimulai dari Kepala Instansi Pemasyarakatan sampai beberapa sipir telah diatur sindikat itu. Beberapa anggota sindikat lantas telah kuasai sejumlah perguruan tinggi, ” ujarnya.

Dianya meneruskan, sebelum keadaannya semakin bertambah jelek, negara mesti berani melakukan tindakan tegas pada produsen serta pengedar narkoba. Salah satunya aksi tegas itu yakni dengan menjalankan mati beberapa terpidana perkara narkoba yg grasinya telah tidak diterima presiden.

” Jadi instansi legislasi pembuat undang-undang, DPR RI telah memasukan tindak pidana peredaran narkoba jadi kejahatan mengagumkan atau extra ordinary crime, seperti sama pelanggaran Hak Asasi Manusia serta korupsi. DPR RI ikut selalu beri dukungan biar budget buat penanggulangan narkoba dinaikkan sesuai sama keperluannya, ” pungkas Bamsoet.

Jadi info, acara ini ikut di hadiri Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kepala Tubuh Narkotika Nasional Komjen Pol Heru Winarko, Ketua Umum DPP GRANAT Henry Yosodiningrat, Ketua Dewan Pembina GRANAT Komjen Pol Purnawirawan Togar Sianipar, Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Firman Soebagyo, serta eks Gubernur DKI Jakarta juga sekaligus pengurus DPP serta DPD GRANAT se-Indonesia Sutiyoso.

About admin