Home / Berita Umum / Ketua RT Semarang Di Duga Akan Membuat Teror

Ketua RT Semarang Di Duga Akan Membuat Teror

Ketua RT Semarang Di Duga Akan Membuat Teror – Satu diantara masyarakat Kota Semarang ditangkap oleh Densus 88 Antiteror. Tempat tinggalnya bahkan juga tidak jauh dari Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. Bahkan juga orang itu menjabat jadi ketua RT di lingkungan ditempat.

Wali Kota yg akrab dipanggil Hendi itu terkaget ada tetangga yg cuma beda 1 gang di Lempongsari, Gajahmungkur, Semarang. Ditambah lagi pria yg ditangkap oleh Densus 88 hari Selasa tempo hari itu adalah ketua RT 03 RW 01 Kelurahan Lempongsari bernama Taufik.

“Ya terkejut, terkejut sekali. Ada yg berikan informasi di gang sisi rumah saya itu ada penangkapan tersangka teroris. Setahu saya Lempongsari ini masyarakatnya rukun solid tidak ada yg macam-macam membuat onar. Namun saya anggap faksi kepolisian telah punyai data-data junjung yg kuat jadi kami terasa prihatin serta itu kayanya ketua RT pun,” kata Hendi kala dihubungi lewat telephone, Rabu (15/5/2019).

Hendi pun menganjurkan biar masyarakat tak usah cemas dengan momen itu. Dia mengharapkan persoalan cepat tuntas serta Kota Semarang terus aman.

“Kenal dekat tidak, namun saya pasti tahu lantaran kita seringkali kumpul orang ditambah lagi masih ketua RT. Buat masyarakat Lempongsari tidak perlu cemas mudah-mudahanan kasusnya selesai, tuntas,” ujarnya.

Dari kabar yg dicapai, Taufik ditangkap pagi hari di Jalan Veteran Semarang tidak jauh dari Lempongsari. Saat penangkapan rumah bernomor 516 yg ditempati taufik bersama dengan anak istrinya nampak sepi.

Rumah keluarga besar Taufik ada di muka tempat tinggalnya. Kala didapati tempo hari malam, keluarga masih syok. Keponakan Taufik, Firma membetulkan masalah penangkapan itu.

“Keluarga masih syok,” kata Firma, Selasa (14/5/2019) malam.

Paling akhir Taufik nampak adalah saat pergi ke apotek membelikan obat batuk buat istrinya lebih kurang waktu 03.30 WIB. Kemudian Taufik tidak kembali serta keluarga tidak memahami tempatnya lantaran tidak bawa telpon seluler.

“Barusan (tempo hari) pagi keluar pengin beli obat batuk buat istrinya,” tuturnya.

Siang hari lebih kurang waktu 11.00 WIB, beberapa orang yg memakai Kijang Innova ada serta memberitakan kalau Taufik ditangkap polisi. Berita itu jelas mencengangkan keluarga besar.

“Kita diberikan tahu kalaupun tersangka teroris gak yakin,” tuturnya.

Dalam kesehariannya, Taufik diketahui jadi guru mengaji di Masjid Roudlotul Ulum di muka tempat tinggalnya, Gang II Lempongsari. Tidak hanya itu dia sering isi kultum di Mushola Al Ghofar di muka rumah Wali Kota Hendi yg ada di Gang I.

“Setahu saya om gak sempat ke luar kota. Seringkali di dalam rumah. Kalaupun habis Subuhan di Masjid, pulang tentunya singgah ke rumah buat Salim sama Mbah,” papar Firma.

Bahkan juga menurut dia tidak ada yg aneh dengan tingkah laku pamannya sampai dapat menjabat ketua RT sekian tahun. Di lingkungan keluarga lantas dia diketahui sopan serta sering selesaikan atau meluruskan persoalan.

“Di sini kan aktivitasnya pula banyak. Sama masyarakat pun senantiasa kumpul, kalaupun ada pekerjaan RT, ya kumpulnya di sini,” tuturnya.

Dikabarkan awalnya, Kapolda Jateng, Irjen Rycko Amelza Dahniel mengemukakan Densus 88 menyelamatkan 8 terduga tersangka teroris di Jawa Tengah. Tetapi Kapolda cuma mengemukakan 4 area penangkapan adalah Grobogan, Kudus, Sragen, serta Magelang. Sekarang ini beberapa terduga masih juga dalam kontrol serta peningkatan.

“Saat 7 hari dapat dijalankan kontrol oleh Densus buat memastikan apa yg berkaitan bisa di buktikan atau mungkin tidak,” tandas Rycko.

“Terduga ada pada daerah Polda Jateng, dijalankan peningkatan, 2 hari telah dijalankan pengaturan dengan Polda Jateng,” tuturnya.

About penulis77