Home / Berita Umum / Kisah Pilu Nenek 75 Tahun Penderita Kusta di Ponorogo

Kisah Pilu Nenek 75 Tahun Penderita Kusta di Ponorogo

Kisah Pilu Nenek 75 Tahun Penderita Kusta di Ponorogo – Telah 40 tahun Rubiah menderita kusta. Serta sebab kondisinya itu, dia sangat terpaksa hidup sendirian di tempat tinggalnya, Dusun Balongan, Desa Pulosari, Kecamatan Jambon saat 25 tahun.

Tidak banyak kegiatan yang dikerjakan Rubiah. Sehari-hari, dia cuma sekedar duduk di rumah petak simpel memiliki ukuran 5 x 10 mtr. persegi itu.

“Umumnya kan jemu di kamar. Keluar kamar lewat cara mengesot. Kakinya telah tidak dapat buat jalan,” papar salah satunya saudaranya, Munajat pada detikcom waktu didapati di tempat, Selasa (30/10/2018).

Munajat memberikan, sebetulnya wanita berumur 75 tahun itu baru kehilangan kekuatannya untuk berjalan seputar sebulan terakhir. Akan tetapi Rubiah berupaya untuk dapat menggerakkan badannya, meskipun mesti ngesot.

Tidak hanya kusta, Mbah Rubiah ikut menderita penyakit lainnya. Salah satunya mata samping kanan yang menganga berwarna merah, akan tetapi bola matanya berwarna putih. Di kepala belakang sisi kanannya ikut ada tonjolan, bahkan juga mulutnya mengerut ke samping.

“Jari tangan serta kaki telah habis terkena kusta, bahkan juga ada banyak luka kusta yang belumlah jadi kering,” lebih Munajat.

Tidak cuma kondisinya yang mengenaskan, rumah Rubiah sebetulnya ialah rumah ‘pinjaman’. Pemilik rumah ialah tetangganya yang berbaik hati membikinkan rumah simpel untuk ditempati Rubiah serta ibunya.

Isi rumah ini pula seadanya, bahkan juga perabotannya jauh dari kata wajar. Cuma ada 1 dipan, 1 meja, 1 bangku serta 1 tungku kompor untuk memasak.

Walau demikian, beberapa tetangga ikut berbaik hati membantu Rubiah, walau tidak menjaga dengan cara langsung. Masyarakat bergantian memberikan makan mbah Rubiah.

“Dahulu cocok masih tetap dapat berjalan, orang umumnya memberi uang selalu buat berbelanja. Dibuat sendiri, saat ini tidak dapat. Jadi diberi makanan langsung dikonsumsi,” tutur Munajat.

Karena sisa luka kusta yang belumlah jadi kering, seringkali Mbah Rubiah tidak ingin kenakan pakaian sebab takut lukanya tersentuh kain serta rasakan sakit.

“Jadi jika di dalam rumah jarang gunakan pakaian, soalnya merintih sakit jika dipakaikan pakaian,” sambungnya.

Di tanya masalah tersedianya obat, Munajat mengakui cuma memberikan obat seadanya seperti salep serta antiseptik yang dibeli di apotek.

“Umumnya saya belikan di apotek. Saya sendiri tidak tahu obatnya apakah,” ujarnya.

About admin