Home / Uncategorized / Modus Berikan Permen, Seorang Pria Culik Bocah Ke Pariaman

Modus Berikan Permen, Seorang Pria Culik Bocah Ke Pariaman

Modus Berikan Permen, Seorang Pria Culik Bocah Ke Pariaman – Seseorang residivis penculikan anak bernama Herman (37) kembali berulah. Kesempatan ini terduga sebagai seseorang pedagang asongan minuman serta makanan di Jalan Jatibaru, depan Stasiun Tanah Abang membawa lari anak wanita umur lima tahun sampai ke Pariaman, Sumatera Barat.

Kapolsek Tanah Abang AKBP Lukman menyampaikan, terduga diamankan selesai polisi mendapatkan laporan dari warga yang mencurigai kehadiran Herman. Akhirnya, aktor bisa ditangkap oleh deretan Polres Pariaman.

” Jadi dalam hari Rabu tanggal 11 Juli, terduga Herman ini membawa lari anak wanita kecil umur lima tahun, ” tutur Lukman dalam info terdaftar yang di terima merdeka. com, Senin (23/7).

Korban didapati seringkali menitipkan gerobak dagangan ditempat tinggal nenek korban di Gang Masjid Besar, RT 14 RW 07, Kelurahan Kebon Kacang, Tanah Abang.

Waktu itu terduga berikan iming-iming permen serta makanan terhadap korban sampai pada akhirnya bisa membawanya kabur.

” Oleh terduga dibawa memakai KA ke Rangkas Bitung. Kemudian menyambung perjalan menjurus Merak memakai KA. Kemudian menyeberang memakai kapal laut dari Merak ke Bakauheni. Setelah itu menyambung perjalanan ke Rajabasa memakai bus serta dikanjutkan ke Pariaman. Lanjut naik angkot ke Gerbang Dermaga Gandoriah Pariaman, Sumatera Barat, ” ungkapnya.

” Tiap-tiap tiba di banyak kota selama perjalanan dari Jakarta s/d Sumatera Barat, korban diperintah mengemis dengan membawa ember merah, ” sambungnya.

Perkara ini tersingkap bermula tanggal 20 Juli 2018 seputar waktu 18. 00 WIB, ada seseorang warga atau saksi yang mencurigai gelagat terduga serta korban waktu sedang bermain di Pantai Gerbang Dermaga Gandoriah, Pariaman.

” Saksi mencurigai jika anak yang dibawa oleh terduga tidaklah anak kandung. Kelihatan dari metode terduga memperlakukan korban, serta korban menyebut terduga dengan sebutan om. Lanjut saksi menanyai terduga serta dijawab dengan jawaban yang semakin membuat saksi berprasangka buruk, ” pungkasnya.

Dari kesangsian itu, saksi melapor ke Polres Pariaman. Setelah itu petugas mengerjakan pengecekan pada terduga serta korban.

” Polres Pariaman pada akhirnya menghubungi kami Polsek Metro Tanah Abang buat menolong mengerjakan penelusuran berkenaan adakah laporan anak hilang di lokasi Tanah Abang dengan ciri-ciri PA umur lima tahun. Hasil penelusuran di ketemukan laporan ada anak hilang, ” pungkasnya.

Setelah itu dalam hari Sabtu tanggal 21 Juli petugas Polsek Metro Tanah Abang menjemput terduga serta korban ke Polres Pariaman.

” Besok harinya di Jakarta, setelah itu korban dikembalikan terhadap keluarga. Terduga adalah residivis, sempat diamankan tahun 2011 oleh Polres Pariaman karena perkara penculikan dua orang anak serta sudah divonis lima tahun penjara, ” tangkisnya.

Terduga dipakai clausal 83 UU RI No 35 tahun 2014 perihal pergantian atas UU no 23 tahun 2002 perihal Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman minimum 3 tahun penjara serta optimal 15 tahun penjara serta denda sangat dikit Rp 60 juta, sangat banyak Rp 300 juta.

About admin