Home / Kriminal / Pembunuhan Terjadi Saat Pesta Ulang Tahun

Pembunuhan Terjadi Saat Pesta Ulang Tahun

Pembunuhan Terjadi Saat Pesta Ulang Tahun  –  Pria asal Sumba, Damung Kilimandu alias Angga (34), diamankan polisi lantaran menyerang temannya, Dominggus Dapa (24), kala peristiwa pesta ulang tahun. Residivis perkara penganiayaan serta pengeroyokan yg miliki tato kupu-kupu di leher itu membunuh korban lantaran tersinggung.

Penusukan itu berlangsung di Pondok Mangga Manis, Taman Pancing, Pemogan, Denpasar Selatan, Minggu (30/6/2019) waktu 20.30 Wita. Kala itu korban Dominggus Dapa ada bersama-sama lima temannya untuk hadiri ulang tahun Soni.

“Saat dalam tempat itu, diselenggarakan acara pesta miras bir di gabung arak dimasukkan di galon itu diaduk-aduk serta didistribusikan ke teman-temannya. Saat tersebut berlangsung kekacauan dimana terduga ribut dengan korban, langsung terduga mengayunkan pisau di pinggang serta ditusukkan ke korban, serta korban langsung wafat dalam tempat,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan kala temu wartawan di Mapolsek Denpasar Selatan, Jl By Pass Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Rabu (3/7).

Polisi masih cari pisau yg diperlukan terduga untuk membunuh korban. Korban didapati wafat karena tiga cedera tusukan di tubuhnya.

“3 kali tusukan, di punggung paling kronis, di perut, sampai ususnya keluar. Menurut pernyataan terduga, pisau ditaruh di satu tempat, serta meminta orang menyelamatkan namun jati diri yg menyelamatkan udah didapat inisial F kita udah lakukan penelusuran,” kata Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Nyoman Karang di area yg sama.

Momen nahas itu berlangsung kala korban mengupayakan melerai temannya yg tengah berkelahi. Terduga yg tidak berniat terkena tangkisan korban juga emosi lantaran mabuk.

“Korban dengan terduga tak ada pertikaian, malahan temannya yg ribut mereka sama-sama mengupayakan melerai. Setelah itu proses melerai itu ada tangkisan berkenaan pemeran serta pemeran tersinggung dalam kondisi mabuk terduga langsung mengambil pisau langsung memburu serta memukul. Walau sebenarnya mereka tak memukul, namun memisahkan,” jelas Nyoman.

“Memang tak ada konflik, namun dalam keadaan mabuk berat habiskan dua galon arak di gabung bir ini kita sulit cari keadaan yg nyaman, apapun dapat didorong oleh arak,” sambungnya.

Kala momen itu berlangsung, ada belasan orang yang lampau diamankan polisi. Untuk menangkis gejolak, polisi juga berkomunikasi dengan beberapa tokoh Sumba yg ada pada Bali.

“Diamankan saat peristiwa setelah itu kita langsung kurung tempat itu. Semua yg di TKP 16 orang itu kita angkut segalanya,” kata Nyoman.

“Saya udah menjumpai korlapnya dari Sumba Pak Martin udah saya ajak bicara, Samuel juga, hingga malam itu langsung kita redakan, udah kita komunikasikan dengan tokoh-tokohnya,” papar Nyoman.

Dari kontrol polisi, terduga didapati sempat jalani hukuman di LP Kerobokan sejumlah 2 kali, ialah kurang lebih 2017 turut serta tindak pidana penganiayaan serta jalani hukuman saat 10 bulan. Setelah itu, kurang lebih 2018 turut serta tindak pidana pengeroyokan serta jalani hukuman saat 1 tahun 8 bulan.

Karena tingkah lakunya, terduga dijaring dengan Kasus 338 KUHP dengan pidana penjara optimal 15 tahun serta atau Kasus 351 ayat (3) KUHP dengan pidana penjara optimal 7 tahun.

About penulis77