Home / Uncategorized / Ridwan Kamil Berharap Banyak Pengusaha Swedia Yang Berinvestasi Di Bandung

Ridwan Kamil Berharap Banyak Pengusaha Swedia Yang Berinvestasi Di Bandung

Ridwan Kamil Berharap Banyak Pengusaha Swedia Yang Berinvestasi Di Bandung – Agresivitas Pemerintah Kota Bandung dalam merajut jalinan diplomatik dengan beberapa negara Eropa perlahan-lahan membawa hasil. Dari beberapa negara yang miliki jalinan baik dengan Kota Bandung, Swedia memberi tanggapan paling serius.

Kehadiran Raja Swedia Carl XVI Gustav serta Ratu Silvia ke Bandung pada Rabu (24/5/2017) menegaskan rekanan itu. Ditambah lagi, Raja Gustav memboyong 26 pelaku bisnis dari 16 perusahaan terpenting untuk berperan serta dalam kunjungannya itu.

” Ini contoh bila (kita) rajin menegur serta merajut jalinan diplomatik ke luar negeri, insya Allah terbuka kerja sama yang mengagumkan, ” kata Ridwan.

Tidak menginginkan menyia-nyiakan kesempatan itu, Ridwan juga memakai agenda kenegaraan itu untuk melobi beberapa entrepreneur. Mengenai latar belakang mereka dari bagian tehnologi, daya, barang mengkonsumsi (consumer goods), fashion, waste management, intelligent transportation sistem, property, serta telekomunikasi.

Perusahaan-perusahaan yang ada salah satunya, ABB, Atlas Copco, Axis Communications, Bombardier, Ericsson, Fortum, H&M, IKEA, Kapsch, SAAB, Scania, SKF, Stena, Swedish Energy Agency, Swedish Institute (SI), serta Volvo Group.

Dalam pertemuan itu, Ridwan berikan deskripsi basic masalah seluk-beluk Kota Bandung dari mulai program unggulan sampai menyinggung masalah sumber daya manusia serta masalah sosial.

Ia menerangkan, perkembangan ekonomi Kota Bandung sekarang ini yaitu satu diantara yang paling tinggi di Indonesia.

Selanjutnya, Ridwan menerangkan tantangan yang sekarang ini tengah dihadapi oleh Kota Bandung, yaitu perkembangan jumlah masyarakat yang selalu bertambah. Seperti di ketahui jumlahnya telah meraih 2, 4 juta jiwa pada akhir 2016.

Oleh karenanya, Ridwan mengakui kalau Kota Bandung miliki keperluan pembangunan infrastruktur yang cukup banyak. Kesempatan itu lah yang ia menawarkan pada beberapa entrepreneur asal Swedia.

” Bandung juga adalah kota wisata dengan kehadiran 6 juta turis tiap-tiap th.. Oleh karena itu, tantangan kami ada pada transportasi serta daya, ” papar Ridwan di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalemkaum, Rabu.

Diluar itu, ia juga menuturkan keperluan beragam infrastruktur kota, dari mulai perumahan, penerangan jalan, sampai pembangunan transportasi.

Keseluruhannya, keseluruhan investasi yang diperlukan Kota Bandung ia sebut sejumlah lebih kurang Rp 60 triliun. Jumlah itu bakal dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur sosial, infrastruktur pemerintahan, serta infrastruktur komersial.

” Infrastruktur sosial terbagi dalam 66 proyek, dari mulai bidang sungai serta drainase, pendidikan, ruangan terbuka hijau, tehnologi info, penerangan jalan, sampai jalan serta jembatan. Nilai untuk infrastruktur sosial diprogramkan meraih Rp 32, 8 triliun, ” kata dia.

Disamping itu, infrastruktur komersil Kota Bandung terbagi dalam 17 proyek sejumlah Rp 26, 9 triliun. Proyek-proyek itu seperti transportasi, industri, perumahan, kesehatan, serta air minum.

” Sedang infrastruktur pemerintahan terbagi dalam 9 proyek sejumlah Rp. 5, 5 triliun. Proyek-proyek itu terbagi dalam program reformasi birokrasi, pembangunan lokasi, serta instrumen tehnologi info serta komunikasi, ” katanya.

Kunjungan Raja Gustav serta Ratu Silvia disudahi dengan Triple Helix Meeting dengan beberapa alumni Institut Tehnologi Bandung (ITB). Agendanya, mempertemukan pada pemerintah, akademisi, serta beberapa pebisnis.

Wakil Rektor Bagian Administrasi Umum, Alumni serta Komunikasi ITB Miming Mihardja menyampaikan, pertemuan itu adalah suatu hal yang begitu bernilai untuk meningkatkan kerja sama terutama di bagian sains serta tehnologi.

” Tadi Pak Wali Kota mengemukakan kalau Swedia satu diantara negara yang mempunyai perkembangan tehnologi yang cukup mutakhir hingga kita dapat belajar dari sana. Banyak tema yang dapat diperkembang salah satunya smart city yang tengah kami galakkan, ” ucapnya.

Menurutnya agenda itu juga jadi titik awal untuk menjadikan satu akademisi, pemerintah serta swasta untuk bergandengan tangan memajukan ilmu dan pengetahuan hingga terwujud nilai lebih dari bidang industri.

” Selanjutnya semuanya mesti dapat menghidupkan ekonomi bangsa. Saya sangka ke depan terdapat beberapa hal yang dapat diperkembang dari kunjungan ini. Kami dapat bekolaborasi berbarengan selanjutnya untuk kebaikan, ” tuturnya.

About admin