Home / Berita Umum / Saksi Bisu Kunjungan Ke Singapora Pulau Sentosa

Saksi Bisu Kunjungan Ke Singapora Pulau Sentosa

Saksi Bisu Kunjungan Ke Singapora Pulau Sentosa – ” Menurutmu, apakah pemimpin Korea Utara itu tulus? “

Saya keluar dari taksi sesudah berkunjung ke Pulau Sentosa untuk merekam situasi Capella Hotel, tempat pertemuan puncak pada Kim Jong-un serta Donald Trump juga akan diselenggarakan.

Supir taksi mengusulkan pertanyaan ini, sama juga dengan yang ada di dalam fikiran beberapa orang di semua dunia.

Warga Singapura, yang minggu ini diserang beberapa ribu mass media dari beragam negara, nampaknya bersukur karna negara mereka dipilih jadi tuan-rumah. Mereka juga tertarik seperti apa hasil pertemuan itu.

” Ini eksposur yang bagus untuk negara kami. Kami mengharapkan juga akan selesai dengan resolusi damai, ” kata seseorang warga setempat, Jason Lim.

Warga yang lain Helen Lee menuturkan pertemuan ini juga akan menambah nama Singapura di mata dunia.

” Kami negara yang begitu kecil serta kebanyakan orang juga akan mengetahui kami, ” ujarnya.

Sebelumnya seseorang supir taksi beda memberitahu saya kalau Trump tengah dalam perjalanan.

” Saya menyaksikan dia pergi dari Kanada. Jam berapakah dia tiba? ” tuturnya. Presiden AS itu mendarat di Singapura pada Minggu malam.

Tiap-tiap taksi menyalakan radionya, beragam stasiun radio memberikan laporan pertemuan ini, pernyataan Trump serta Kim, dan pertemuan mereka dengan terpisah dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.

Di waktu Trump serta Kim bermalam cuma sebagian ratus mtr. keduanya, kehidupan warga di negara kota ini jalan normal.

Yang berlainan semata-mata hadirnya polisi dalam jumlah besar tinggi serta pembatasan jalan raya.

Beragam rekaman memberikan beragam lokasi mutlak termasuk juga hotel tempat bermalam ke dua pemimpin, tempat pertemuan serta Istana Palace.

Anggota Korps Pers Gedung Putih, termasuk juga dari ABC Australia, bermalam di satu hotel, dilayani dengan bus antar-jemput.

Beberapa ribu mass media internasional yang lain udah berkumpul di sarana dekat rute F1 Singapura.

Tentang pertanyaan supir taksi itu, tetaplah jadi diantara yang dipikirkan beberapa wartawan serta pengamat mendekati pertemuan yang begitu mutlak ini.

Korea Utara diawalnya udah menyepakati denuklirisasi, terlebih dibawah kerangka kerja yang di setujui oleh Pemerintahan Clinton.

” Kesepakatan ini juga akan menunjang menjangkau maksud Amerika yang telah lama serta vital, akhiri ancaman proliferasi nuklir di semenanjung Korea, ” kata Presiden Bill Clinton pada 1994.

” Kesepakatan ini bagus bikin Amerika Serikat, bagus bikin sekutu kita, serta bagus buta keselamatan semua dunia, ” ujarnya dikala itu.

Namun kerangka kerja itu buyar dikala George W Bush dipilih jadi presiden.

Perundingan Enam Pihak yang telah berjalan bertahun-tahun jadi berantakan karna kegagalan menyepakati bentuk pengawasan.

Hari ini, problemnya tetaplah sama, dengan satu kenyataan mutlak : Korea Utara saat ini mempunyai keahlian nuklir.

Normalisasi
Surat berita Korea Utara Rodong Sinmun dalam editorialnya tidak sebutkan KTT ini dengan segera.

Namun editorial itu sebutkan ” meskipun satu negara memusuhi kami di saat lampau, sikap kami yaitu jikalau negara ini menghormati otonomi kami, kami juga akan mencari normalisasi lewat dialog. “

Ini begitu berlainan dengan retorika yang umumnya di sampaikan Korea Utara tentang Amerika Serikat.

Kim saat ini mau meyakinkan serta menjangkau deklarasi selesainya Perang Korea, kesepakatan damai, pengurangan pasukan AS di Korea Selatan serta perubahan ekonomi negaranya lewat pelonggaran sangsi serta pertolongan luar negeri.

Namun sebelumnya berikan konsesi apapun, Trump juga akan memohon Kim untuk menyepakati denuklirisasi serta bentuk verifikasi serta pengawasan yang dibutuhkan.

” Saya mengharapkan pertemuan ini dapat membawa perdamaian ke lokasi ini. Kami bangga karna ini pertemuan mutlak, ” kata warga setempat, Tony Yeo.

Dilaporkan kalau masih tetap ada ruangan pada pengertian AS tentang Complete, Verifiable, Irreversible, Dismantlement (CVID) serta keinginan Korea Utara kalau denuklirisasi juga akan meliputi penghilangan aset AS dari lokasi itu, serta mungkin saja lebih dari itu.

Sampai waktu ini, Korea Utara memakai senjata nuklirnya untuk menanggung periode depan negara itu.

Seperti yang di tanyakan supir taksi itu, semua juga akan ditetapkan seberapa tulusnya Kim Jong-un mengganti hal tersebut untuk memperoleh tempat yang normal dalam tatanan dunia.

About admin