Home / Berita Umum / Tahura Bunder, Playen, Gunungkidul Jadi Area Pelepasan Burung Liar

Tahura Bunder, Playen, Gunungkidul Jadi Area Pelepasan Burung Liar

Tahura Bunder, Playen, Gunungkidul Jadi Area Pelepasan Burung Liar – Seekor elang brontok (Nisaetus cirrhatus) siap di lepaskan (release) ke alam bebas sesudah melakukan sistem rehabilitasi sepanjang 4 th. di Wildlife Rescue Centre (WRC) Jogja -Yayasan Perlindungan Alam Yogyakarta (YKAY) , Kulon Progo. Pelepasliaran juga akan dijalankan pada akhir Februari 2018 di area Tahura Bunder, Playen, Gunungkidul.

Beberapa persiapan, elang brontok itu dipasangi cincin serta pemberi tanda sayap (wing marker) , dan satellite tracking.

” Pemasangan satellite tracking mempunyai tujuan untuk menyatukan data perihal spesies elang brontok, ” kata drh. Muhammad Tauhid, dari Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Hewan UGM, lewat info tertulis, Selasa (20/2/2018) .

Dikatakannya, alat satellite tracking bekerja lewat cara kirim data lewat satelit ke server. Data bisa di download lewat movebank. org dengan account serta password spesifik. Data yang bisa didapat di antaranya ketinggian jelajah, lokasi jelajah, kecepatan terbang, serta suhu lingkungan. Alat satellite tracking memakai tenaga surya makanya bisa bertahan lama sampai 2-3 th. sepanjang memperoleh cahaya matahari yang cukup.

Disamping itu, Kepala Balai Perlindungan serta Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, Junita Parjanti, mengapresiasi kerja sama lintas instansi perlindungan yang berada di DIY dalam usaha perlindungan satwa dilindungi.

” Ini yaitu kali ke-2 Tim Paduan Pelepasliaran Elang Yogyakarta bekerja bersama, dari mulai check medisnya, persiapan lapangannya termasuk juga survey habitat, pembangunan kandang serta yang lain untuk pelepasliaran ini, ” pungkasnya.

Sebelumnya, pada 25 Januari lantas tim itu sudah melepasliaran Elang Bido serta Alap-alap Sapi di area Jatimulyo, Kulon Progo.

Ditambahkannya, elang brontok ialah satu diantara type elang yang dilindungi oleh undang-undang sesuai sama UU no 5 th. 1990 Terkait Perlindungan Sumber Daya Alam Hidup serta Ekosistemnya, serta PP no 7 th. 1999 terkait Pengawetan Type Tumbuhan serta Satwa.

Mengenai pemasangan satellite tracking pada pelepasliaran elang brontok kesempatan ini, Junita menerangkan sudah bekerja bersama-sama dengan Fakultas Kedokteran Hewan UGM, yang memperoleh 3 satellite tracking. Release di Yogyakarta ini yaitu yang ke-2 di Indonesia sebelumnya setelah BKSDA Jawa timur yang sudah memakai lebih dahulu bekerja bersama-sama dengan UGM.

Nanti data yang terkumpul dari satellite tracking yang dipasang pada elang ini bisa berguna untuk beberapa akademisi, dan beberapa penggerak serta aktor perlindungan, terutama untuk satwa elang. Satellite tracking ialah kerja sama pada drh. Muhammad Tauhid dengan Prof. Martin Wikelski dari Max Planck Institute for Ornitology Jerman.

Disamping itu, satu diantara tim dokter hewan YKAY, drh. Irhamna Putri Rahmawati menyampaikan kalau elang brontok yang juga akan dilepasliaran di Gunungkidul itu keadaannya cukup baik.

” Dari check kesehatan yang diawalnya kami jalankan, akhirnya cukup baik, negatif dari penyakit beresiko, ” tuturnya.

Gunawan dari Yayasan Perlindungan Elang Indonesia memberikan, nanti elang brontok ini juga akan melakukan habituasi lebih dulu di Tahura Bunder untuk berikan peluang elang menyesuaikan dengan calon lingkungan barunya.

” Pada umumnya area Tahura Bunder dengan tempat rehabilitasi elang brontok ini di YKAY nyaris sama, makanya habituasinya menurut kami tidak memerlukan saat yang lama. Serta sepanjang habituasi rekan-rekan relawan dari RAIN, PPBJ juga akan memonitor serta jalankan penilaian akhir sebelumnya kita release, ” terang Gunawan.

About admin