Home / Berita Umum / Tewasnya Kambing Peliharaan Warga Lereng Gunung Slamet Secara Mendadak

Tewasnya Kambing Peliharaan Warga Lereng Gunung Slamet Secara Mendadak

Tewasnya Kambing Peliharaan Warga Lereng Gunung Slamet Secara Mendadak – Sepanjang dua minggu paling akhir, beberapa puluh kambing piaraan warga di lereng Gunung Slamet Kabupaten Pemalang, diketemukan mati mendadak. Hewan-hewan ternak itu mati tewas dengan luka gigitan di perut serta leher. Tapi dagingnya tak dikonsumsi oleh pemangsa.

Peristiwanya di Desa Gunungsari serta Jurangmangu di Kecamatan Pulosari, Pemalang. Kandang ternak warga di daerah itu benar-benar ada di kebun rimba, cukup jauh dari pemukiman jadi yang memiliki ternak tak dapat memonitor segera peristiwa saat malam serta awal hari.

Pada Jumat 96/7 /) tempo hari, 9 ekor kambing punya warga Gunungsari diketemukan mati dengan luka gigitan di perut serta leher, tapi dagingnya tak dikonsumsi oleh pemangsa.

Hal mirip juga berlangsung di Desa Jurangmangu. Dakhru (49), warga setempat, menganggap predatornya yaitu anjing liar. ” Sempat dirawat manusia tetapi dikarenakan udah tak diberi makan, pada akhirnya liar, ” kata Dakhru yang mengakui kehilangan 5 ekor kambing.

Untuk menyikapi serangan susulan, warga setempat saat ini mengevakuasi ternak yang tersisa ke area yang lebih dekat pemukiman biar enteng terpantau. Warga bikin kandang sesaat di belakang rumah semasing.

Kabid Peternakan serta Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang, Jhoni, selagi dihubungi juga mengakui udah terima laporan serta bakal menindaklanjutinya. Dia bahkan juga menyatakan pembunuh ternak-ternak utu yaitu anjing punya pemburu yang terputus jadi jadi liar.

” Hewan mati dengan gigitan di leher serta perut serta dagingnya tak dikonsumsi, merupakan pembawaan hewan pemburu. Apabila hewan buas, dagingnya tentunya dikonsumsi. Ini tak dikonsumsi cuma digigit untuk melumpuhkan hewan, ” tuturnya.

Menurut Jhoni, sejauh laporan yang dia terima, hewan ternak di desa-desa lereng Gunung Slamet yang tewas dikarenakan serangan predator itu sampai 47 ekor kambing. ” Kita udah menghubungi pihak desa biar hewan yang mati janganlah dikonsumsi, tapi dikubur, ” pungkasnya.

About admin